Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124
Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124
Pakar AI & Praktisi AI Indonesia
Pakar AI & Praktisi AI Indonesia
Goldman Sachs membatasi akses GitHub dan Claude Code hanya ke tim engineer dan strats. Ini yang bisa ditiru bisnis kecil soal akses AI coding yang aman.
Menurut laporan Techstrong.ai yang terbit 2 November 2026, Goldman Sachs memastikan hanya tim software engineer dan “strats” kuantitatifnya yang masih boleh memakai GitHub dan Claude Code dari Anthropic. Banker dan trader di luar tim itu kehilangan akses, mengikuti aturan internal baru yang berlaku sejak Oktober 2026.
Juru bicara Goldman, Nick Carcaterra, menyebut keputusan ini mempertimbangkan “berbagai faktor termasuk produktivitas dan manajemen risiko,” lalu akses diberikan “ke pihak yang paling tepat memakainya untuk jangka panjang.” Techstrong.ai menyebut alasan di baliknya: risiko keamanan, hukum, dan regulasi — termasuk menjaga informasi material non-publik dan mencegah kode buatan AI yang belum diperiksa tim yang tepat ikut dipakai di sistem trading atau perbankan.
Goldman punya sekitar 12.000 developer profesional, data dari komentar CIO Marco Argenti bulan Juli 2026. Merekalah, bersama tim strats, yang ditunjuk sebagai pihak resmi yang boleh pakai alat AI ngoding ini — bukan seluruh karyawan yang sebelumnya mungkin ikut coba-coba.
Di industri keuangan, “data barrier” adalah batas ketat yang mencegah informasi rahasia satu bagian perusahaan (misalnya tim yang tahu rencana merger) sampai ke bagian lain (misalnya tim trading) dengan cara apa pun — termasuk lewat AI yang diberi akses terlalu luas. Masalahnya sama persis di bisnis non-bank: kalau karyawan sales, HR, dan keuangan semua pakai AI coding tool yang sama tanpa batas jelas, data sensitif satu departemen bisa ikut “nempel” di percakapan atau kode yang dibuat departemen lain.
Cara lama di banyak perusahaan: AI coding tool dibagikan ke siapa saja yang mau coba, tanpa aturan jelas soal data apa yang boleh masuk ke prompt.
Cara yang mulai dipakai perusahaan besar sekarang: akses AI ngoding dibatasi ke tim yang memang perlu dan sudah dilatih soal risikonya, sementara tim lain tetap boleh pakai asisten AI versi umum yang lebih dikontrol — Goldman sendiri tetap menjalankan asisten internal yang menggabungkan model dari OpenAI, Google, dan Anthropic untuk karyawan non-engineer.
Pertama, siapa saja di tim Anda yang benar-benar perlu menulis atau mengubah kode — bukan sekadar ingin coba-coba? Kedua, data perusahaan jenis apa yang berisiko kalau masuk ke prompt AI coding tool, dan apakah tim non-teknis Anda tahu batas itu? Ketiga, siapa yang akan memeriksa kode buatan AI sebelum dipakai di sistem yang menyentuh data pelanggan atau keuangan?
Anda tidak perlu tim legal seperti Goldman untuk mulai menata aturan ini. Langkah paling sederhana: buat daftar singkat data yang tidak boleh ditempel ke prompt AI apa pun (nomor rekening klien, data gaji, kontrak belum ditandatangani), tunjuk satu orang yang bertanggung jawab memeriksa kode atau konten buatan AI sebelum dipakai ke publik, dan pisahkan akun AI untuk kerja internal dari akun yang dipakai customer-facing. Tiga langkah ini sudah menutup sebagian besar risiko yang membuat Goldman mengubah aturannya.
Goldman Sachs bukan menolak AI ngoding — mereka mempersempit siapa yang pakai, bukan menutup akses sama sekali. Untuk bisnis yang lebih kecil, pelajarannya bukan soal ukuran perusahaan, tapi soal kejelasan: siapa boleh akses apa, dan kenapa, sebelum masalah data atau kode yang tidak diperiksa benar-benar terjadi.
Sumber: Goldman Sachs Cuts Bankers, Traders Off From AI Coding Tools Over Risk Concerns — Techstrong.ai, diakses 3 November 2026.
2,087+ profesional dilatih sejak 2023 — Dee Ferdinand, termasuk BNI Corporate University.