Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124
Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124
Pakar AI & Praktisi AI Indonesia
Pakar AI & Praktisi AI Indonesia

Cara menulis learning objectives training Gen AI yang dapat diuji, relevan dengan pekerjaan, dan sesuai kebutuhan peserta non-teknis.
Learning objectives untuk training Gen AI harus menyebutkan tindakan yang dapat dilakukan peserta setelah sesi, kondisi saat tindakan itu dilakukan, dan ukuran hasilnya. “Memahami AI” terlalu luas. “Membuat draf ringkasan dari dokumen internal yang disetujui, lalu memeriksanya dengan checklist fakta dan data sensitif” lebih jelas dan dapat diuji.
Panduan ini membantu HR, L&D, manager, dan pemilik program yang menyiapkan training Gen AI untuk peserta non-teknis. Fokusnya adalah kemampuan kerja, bukan teori model atau sertifikat kehadiran.

Tool berubah cepat. Pekerjaan organisasi cenderung lebih stabil: menyiapkan laporan, merangkum dokumen, membuat komunikasi, meneliti opsi, atau memeriksa data. Learning objective yang dimulai dari pekerjaan lebih mudah dipindahkan ke tool lain dan lebih mudah dinilai setelah training.
Gunakan pola berikut: peserta dapat [tindakan] menggunakan [input atau alat yang disetujui] untuk menghasilkan [output] sesuai [kriteria kualitas dan batasan].
| Objective terlalu umum | Objective yang dapat diuji |
|---|---|
| Memahami prompt engineering | Menyusun instruksi yang menjelaskan tujuan, audiens, sumber, format, dan batasan untuk satu tugas kerja |
| Menguasai AI untuk laporan | Membuat draf ringkasan laporan dan memverifikasi setiap angka terhadap sumber asal |
| Menggunakan AI dengan aman | Membedakan data publik, internal, dan terbatas sebelum memasukkan data ke tool |
| Meningkatkan produktivitas | Menyelesaikan satu workflow terpilih dengan ukuran kualitas dan waktu pemeriksaan yang disepakati |
Peserta dapat menjelaskan kemampuan dan batasan tool yang dipakai. Mereka memahami bahwa keluaran dapat salah dan perlu diverifikasi.
Peserta dapat memberi konteks, memilih sumber, meminta format, dan memperbaiki instruksi berdasarkan hasil awal.
Peserta dapat memeriksa fakta, sumber, nada, data sensitif, dan kepatuhan terhadap kebijakan perusahaan.
Peserta dapat memasukkan langkah AI ke satu proses nyata dengan pemilik proses, reviewer, dan aturan eskalasi yang jelas.
Manager perlu menilai prioritas, risiko, dan kualitas. Staf pelaksana perlu membuat input yang baik serta memeriksa hasil. HR dan L&D perlu mengukur penerapan setelah sesi. Satu modul yang sama untuk semua peran sering menghasilkan pengetahuan umum tanpa perubahan pada pekerjaan.
Jangan menjadikan kecepatan sebagai satu-satunya ukuran. Draf yang lebih cepat tetapi membutuhkan pemeriksaan panjang belum tentu memperbaiki proses.
Bawa tiga contoh pekerjaan peserta saat menyusun brief. Pendekatan AI corporate training perusahaan dapat dibahas setelah audiens, pekerjaan, kebijakan data, dan hasil belajar ditetapkan.
Tentang penulis: Dee Ferdinand membahas corporate AI training dan penerapan AI yang dapat diperiksa dalam pekerjaan.