Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124
Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124
Pakar AI & Praktisi AI Indonesia
Pakar AI & Praktisi AI Indonesia
Squarespace PHK sekitar 300 karyawan karena tekanan AI vibe coding. Ini artinya buat pemilik bisnis kecil dan jasa pembuatan website di Indonesia.
Pada 2 November 2026, juru bicara Squarespace bernama Jeff Seedman memastikan ke TechCrunch bahwa perusahaan memangkas sekitar 19 persen karyawannya secara global — sekitar 300 orang. Alasan resminya “restrukturisasi organisasi,” tapi latar belakangnya jelas: platform pembuat website berbasis prompt (orang menyebutnya “vibe coding”) sudah mengubah siapa yang menang di bisnis ini.
Vibe coding adalah cara bikin website atau aplikasi cukup dengan mengetik apa yang Anda mau, dalam kalimat biasa, lalu AI yang menyusun tampilan dan kodenya. Bukan drag-and-drop seperti builder lama, dan bukan juga ngoding manual baris per baris. Anda bilang “buat landing page toko kue dengan warna pastel dan form pemesanan,” dan dalam hitungan menit sudah ada halaman jadi yang bisa langsung diedit lagi dengan kalimat berikutnya.
Yang menarik: perusahaan yang kena tekanan bukan pemain kecil. Squarespace sudah berdiri sejak 2004, pernah IPO tahun 2021 dengan valuasi 10 miliar dolar AS, dan baru diambil alih investor privat tahun 2024 senilai 7 miliar dolar AS. Tapi kompetitor baru yang lahir dari AI tumbuh jauh lebih cepat: Wix membeli Base44 senilai 80 juta dolar AS tahun lalu, Lovable baru saja mengumpulkan pendanaan Series C senilai 400 juta dolar AS bulan Agustus 2026 dengan valuasi 13,3 miliar dolar AS, dan Google baru merilis Stitch, fitur bikin desain antarmuka langsung dari prompt.
Squarespace sendiri sebenarnya sudah punya alat AI bernama Blueprint sejak 2024. Sekarang mereka menyiapkan produk baru bernama Forma, platform yang dibangun AI dari nol, dan sedang membuka daftar tunggu. PHK ini, menurut pernyataan resmi perusahaan, dimaksudkan untuk “menyederhanakan cara kami beroperasi, mempertajam prioritas, dan membuat perusahaan bergerak lebih cepat.”
Cara lama: bisnis kecil atau UMKM yang butuh website bayar jasa desainer atau pakai builder drag-and-drop, prosesnya bisa berminggu-minggu, dan revisi kecil tetap butuh orang untuk mengerjakan.
Cara sekarang: pemilik bisnis bisa langsung minta AI bikin draf website dalam hitungan menit, lalu revisi sendiri tanpa menunggu developer. Yang kehilangan pekerjaan bukan pemilik bisnisnya — justru perusahaan dan tenaga kerja yang selama ini menjual jasa “membangun website dari nol” dengan cara manual.
Kalau bisnis Anda menjual jasa pembuatan website atau landing page secara manual, ini sinyal untuk bergerak: harga jasa “bikin website dari nol” akan terus turun karena AI bisa melakukan versi dasarnya gratis atau murah. Tapi ada ruang yang tidak langsung tergantikan — strategi konten, integrasi sistem pembayaran lokal, optimasi SEO dan AI visibility yang sesuai audiens Indonesia, serta perawatan dan keamanan jangka panjang. Itu yang sebaiknya jadi fokus baru kalau bisnis Anda ada di jasa digital.
Kalau Anda pemilik UMKM yang justru butuh website, ini kabar baik: biaya masuk untuk punya kehadiran online yang layak makin turun. Tapi tetap perlu orang yang mengerti SEO lokal dan E-E-A-T untuk memastikan website itu benar-benar ditemukan calon pelanggan, bukan cuma terlihat bagus.
Daftar ke waitlist Forma atau coba langsung builder AI seperti Lovable supaya tahu persis apa yang sudah bisa dikerjakan AI dan di mana batasnya — biasanya di integrasi sistem pembayaran lokal, optimasi kecepatan, dan struktur SEO yang benar. Tawarkan paket “setup cepat AI plus audit manusia” ke klien: AI yang bikin draf awal, Anda yang memastikan hasilnya benar-benar siap dipakai dan ditemukan di Google. Itu posisi yang masih dibutuhkan, karena output AI builder sering terlihat bagus tapi belum tentu terstruktur benar buat SEO atau sesuai kebutuhan bisnis spesifik klien.
Squarespace bukan korban kebetulan — mereka contoh nyata bagaimana AI vibe coding sudah mengubah ekonomi industri pembuatan website, bukan cuma wacana masa depan. Kalau pekerjaan Anda sebagian berada di jasa ini, langkah paling aman bukan menolak AI, tapi menata ulang layanan ke bagian yang AI belum bisa gantikan: strategi, integrasi lokal, dan perawatan.
Sumber: Web host Squarespace lays off 19% of its employees — TechCrunch via Yahoo Finance, diakses 3 November 2026.
2,087+ profesional dilatih sejak 2023 — Dee Ferdinand, termasuk BNI Corporate University.